Pengertian Precast Concrete

Di dalam dunia konstruksi bangunan, mungkin anda sering mendengar yang namanya beton pracetak. Beton pracetak atau precast concrete sering digunakan untuk pembangunan rumah, kantor, gedung sampai trotoar dan jembatan. Pengertian precast concrete sendiri adalah beton yang terbuat dari olahan dan paduan teknologi konstruksi. Ini merupakan struktur beton yang tersusun dari berbagai macam komponen. Proses pencetakannya lebih dulu dilakukan di tempat kursus sebelum menjadi beton pracetak.

Pengertian Precast Concrete dan Manfaatnya

Concrete atau beton pracetak sebenarnya sudah tidak asing lagi untuk anda semua. Bila anda masuk ke dalam dunia konstruksi, maka jenis beton satu ini bisa digunakan dalam pembangunan gedung, rumah, perkantoran, beton precast untuk jalan hingga jembatan. Bukan hanya itu saja, beton pracetak juga mempunyai banyak manfaat lain yang bisa digunakan.

Pengertian precast concrete adalah komponen atau elemen struktur yang tidak dicetak atau dicor di tempat dimana elemen itu dipasang. Tetapi proses cor atau cetaknya berada di tempat lain. Dimana proses pengecoran dan juga perawatannya dilakukan dengan baik sesuai dengan metode yang ada.

Jika elemen tersebut sudah jadi, kemudian baru dibawa ke lokasi dan disusun menjadi sebuah struktur yang utuh dan sesuai dengan fungsinya. Pada dasarnya beton pracetak tidak dibuat di tempat pelaksanaan proyek, tetapi di pabrik pracetaknya.

Karakteristik Beton Pracetak

Beton pracetak atau precast concrete memiliki berbagai macam karakteristik yang dimuat dalam ciri-ciri berikut ini. Jika dilihat dari bentuknya, memiliki bentuk dua dimensi, linier, 3 dimensi dan spasial. Sementara jika dilihat dari bobotnya, termasuk ringan. Sebab bisa diangkat satu hingga dua orang.

Bahan pembuatan dari precast concrete adalah komposit atau beton precast. Komponen yang terbuat dari berbagai macam bahan konvensional seperti kertas, plastik dan baja. Struktur internal dari beton pracetak ini kosong, padat dan berongga. Fungsi di dalam pemasangannya bisa berguna sebagai balok, dinding precast, kolom, plat dan tangga. Tingkat penyelesaiannya dari komponen struktur bangunan yang sederhana hingga unit jadi bisa dibuat menggunakan piring precast concrete ini.

Manfaat dan Keunggulan Precast Concrete

Setelah mengetahui seperti apa pengertian precast concrete. Kini kita akan cari tahu apa saja manfaat dan juga keunggulan yang dimiliki oleh precast concrete tersebut. Bila membandingkan beton pracetak dan beton konvensional, sebenarnya beton pracetak memiliki keunggulan yang lebih banyak. Berikut adalah beberapa manfaat dan keunggulan beton pracetak yang bisa anda ketahui.

1. Pelaksanaan Proyek Bisa Lebih Cepat

Saat anda menggunakan precast concrete atau beton pracetak, maka pelaksanaan proyek dapat dilakukan dengan lebih cepat. Misalnya proyek untuk gedung. Ketika pekerjaan struktur masih berada dalam tahap pondasi dimana pelaksanaannya bersamaan dengan produksi precast concrete.

Elemen-elemen yang akan dipasang lebih dahulu dapat diproduksi lebih awal. Ketika umur beton sudah tercapai dan pengerjaan struktur bawah selesai, maka elemen tersebut sudah siap dipasang dengan pekerjaan overlapping. Proyek yang dilakukan pun bisa lebih singkat pengerjaannya.

2. Biaya Pengeluaran Lebih Efisien

Beton pracetak yang dibuat di pabrik industri tentu memiliki manfaat yang sangat efisien. Produksi beton bisa memberi berbagai macam manfaat untuk pelaksana konstruksi jika dilaksanakan dengan sempurna. Misalnya anda bisa mempersingkat waktu pelaksanaan proyek dan bisa mengurangi biaya serta resiko kerusakan material.

Anda juga bisa lebih diuntungkan bila produksi menggunakan beton pracetak. Sebab potongan beton bisa dibangun secara custom dan bisa diproduksi besar-besaran. Anda bisa menjadikan proyek konstruksi lebih efektif dan cepat. Khususnya saat proses perakitan yang terjadi di lapangan.

3. Pilihan Bervariasi

Tak heran jika saat ini precast concrete atau beton pracetak sudah dikomersialkan. Sebab memiliki segudang manfaat dan keutamaan yang bisa memenuhi berbagai macam kebutuhan konstruksi. Anda bisa dengan mudah menemukan beton pracetak di pasaran. Baik secara offline maupun online.

Berbagai macam potongan dan bentuk yang ditawarkan oleh precast concrete bisa menjadi pilihan anda. Anda tinggal pilih variasi beton pracetak yang sesuai dengan pekerjaan dan kebutuhan konstruksi yang saat ini sedang anda jalankan.

4. Kualitas dan Mutu yang Terbaik

Precast concrete atau beton pracetak dibuat dengan mengikuti standar tertentu. Selain itu, kualitasnya selalu dijaga supaya menghasilkan mutu beton yang baik. Seperti pengertian beton precast yang tidak dicor di tempat elemen tersebut dipasang, tetapi di tempat lain.  Sehingga beton ini dirawat menggunakan metode yang memenuhi standar sampai mencapai umur perawatan atau umur rencana.

Bila beton precast sudah menunjukkan waktu siap digunakan, maka baru diaplikasikan. Disamping itu, produksi beton precast juga tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca. Sebab dilakukan di dalam pabrik. Hal ini tentu saja tidak mengganggu proses pembuatan serta merusak kualitas beton tersebut.

Kualitas dan mutu beton pracetak atau precast concrete bisa lebih terjaga. Sebab sudah melalui berbagai macam rangkaian proses quality control yang dilakukan di dalam pabrik sebelum akhirnya dipasang di lokasi proyek.

5. Lebih Ramah Lingkungan

Saat anda menggunakan beton konvensional yang dibuat dan juga dicor secara langsung di tempat konstruksi. Hal ini tentu akan menimbulkan limbah sisa-sisa pengerjaan. Tentunya limbah tersebut bisa merusak lingkungan sekitar.

Namun hal itu tidak terjadi bila anda memakai precast concrete. Sebab dibuat di tempat yang terpisah dan khusus untuk memproduksi beton pracetak. Saat anda menggunakan beton pracetak, tinggal dipasang di tempat konstruksi saja. Hal ini tentu akan lebih ramah lingkungan.

Jenis Precast Concrete yang Bisa Anda Pilih

Sebagai sebuah material konstruksi yang memiliki peran penting. Saat ini beton semakin berkembang, mulai dari beton konvensional sampai dengan beton precast. Pengertian precast concrete atau beton pracetak sudah dijelaskan di awal dan ini adalah salah satu jenis beton yang bisa dipilih dan jadi favorit. Sebab memiliki kepraktisan di dalam penerapan dan kualitas yang dimiliki beton tersebut.

Produk beton ini dianggap lebih praktis karena telah dibuat dengan cetakan tertentu yang ada di pabrik terpisah. Dengan demikian, saat proses konstruksi berlangsung, anda tinggal memasangnya saja. Kualitas yang dimiliki oleh precast concrete sendiri setelah mengikuti standar konstruksi yang ditunjukkan menggunakan huruf K dan juga angka yang mengikutinya. Mulai dari 100 hingga K500.

Perbedaan kualitas tersebut tampak dari berbagai elemen yang ada di dalam beton precast. Mulai dari fisik sampai kekuatan dan daya tahan yang dimilikinya.  Campuran beton pracetak juga menjadi pengaruh dari kualitas dan kekuatan yang dimilikinya. Kualitas yang dimiliki oleh precast concrete terus dijaga dalam proses perawatan. Sampai akhirnya siap untuk dipasang di konstruksi bangunan yang membutuhkan.

Ada beberapa jenis beton precast yang dibuat berdasarkan dari ukuran dan cetakan yang disesuaikan dengan kepentingan konstruksi bangunan. Berikut ini adalah beberapa jenis beton precast yang sering dipakai dalam proses konstruksi. Diantaranya adalah:

1. Pagar Panel

Jenis pertama dari precast concrete ini adalah pagar panel. Pengertian precast concrete pagar panel ini adalah elemen beton yang bisa dipakai sebagai pagar pembatas. Jenis pagar panel beton ini bisa dipasang di lokasi yang cukup luas seperti kantor dan pabrik. Atau lokasi yang lebih kecil seperti rumah pribadi anda. Proses pemasangan pagar beton precast mempunyai banyak keunggulan dibandingkan ketika anda menggunakan pagar konvensional.

Salah satu keunggulan pagar beton precast adalah lebih mudah dibongkar pasang. Bisa menghemat waktu dan biaya pengerjaan. Selain itu, mutu beton produk ini lebih terjamin kualitasnya. Pagar beton precast sendiri juga memiliki ukuran dan juga motifnya beragam. Sehingga bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan pemasangan pagar.

2. Box Culvert

Selanjutnya jenis precast concrete atau beton pracetak yang satu ini bernama box culvert. Beton ini berfungsi untuk konstruksi pengairan. Tetapi lebih condong pada konstruksi saluran air bawah tanah. Oleh sebab itu, box culvert dikenal sebagai gorong-gorong yang memiliki manfaat untuk bisa mengalirkan air limbah.

Precast concrete yang memiliki bentuk persegi ini memiliki sifat kedap air dan bisa menahan pergeseran tanah. Oleh sebab itu, box culvert sering dipakai untuk konstruksi jembatan, tunnel, underpass dan lain sebagainya.

3. U-Ditch

Seperti namanya, pengertian precast concrete U-Ditch adalah jenis beton precast yang memiliki bentuk seperti huruf U. Beton ini sudah dikenal baik sebagai elemen di dalam konstruksi irigasi atau pengairan. Pemakaian beton U-Ditch sendiri bisa bermanfaat untuk mengalirkan air dengan sangat baik.

Selain itu, bisa membantu air hujan supaya bisa meresap ke dalam tanah. Bentuk dari beton precast dengan jenis U-Ditch ini menjadikannya bisa digunakan di dalam saluran air. Baik untuk saluran air tertutup maupun terbuka. Hal ini disebabkan karena produk saluran U-Ditch mempunyai tutup untuk menutupi bagian yang terbuka dan sering disebut dengan cover U-Ditch.

4. Paving Block

Selanjutnya ada paving block. Ini merupakan jenis beton pracetak yang sudah tidak asing lagi di telinga anda semua. Sebab paving block sering terlihat dan bisa dijumpai dengan mudah penggunaannya pada halaman, taman dan berbagai tempat lain. Conblock atau paving block adalah beton yang memiliki fungsi untuk melapisi tanah. Dengan berbagai macam variasi bentuk dan juga model membuat paving block semakin menjadi favorit.

Precast concrete dengan jenis paving block ini juga mempunyai kekuatan serta daya tahan yang cukup baik. Dengan demikian, paving block bisa menahan beban berbagai macam hal yang ada di atasnya. Mulai dari kendaraan beban ringan sampai dengan kendaraan beban berat.

5. Buis Beton

Seperti pengertian precast concrete box culvert, buis beton juga sering dipakai untuk penggunaan dalam pembangunan saluran air. Tetapi bentuk serta ukuran betonnya berbeda. Buis beton mempunyai bentuk berupa tabung silinder. Sehingga sangat cocok untuk dipasang sebagai saluran pipa air dengan ukuran besar.

Buis beton memiliki ukuran yang besar. Selain itu, terdapat lapisan kedap air yang membuatnya menjadi pilihan tepat untuk saluran air dengan debit yang besar. Disamping itu, material ini juga sering digunakan dalam pembuatan sumur dan beton untuk pembuatan septic tank.

6. Kanstin dan Road Barrier

Adapun jenis precast concrete selanjutnya adalah kanstin dan road barrier. Ini adalah beton pracetak yang sering dipakai untuk bingkai jalan atau pembatas jalan. Kedua produk precast concrete ini umumnya sering ditemui di sisi pembatas jalan, pinggir trotoar, pinggir taman dan lain sebagainya.

Tujuan dari pemasangan kanstin dan juga barrier di bagian tersebut adalah untuk mengunci ruang dan lahan supaya bisa terhindar dari pergeseran ruang. Disamping itu, manfaat kanstin juga bisa berfungsi sebagai media pembatas antara badan jalan dan area trotoar. Supaya kendaraan di sekitarnya tidak melompati area trotoar yang dikhususkan untuk pejalan kaki.

Pembuatan Precast Concrete

Setelah mengetahui dengan jelas seperti apa pengertian precast concrete. Tentunya kita akan tahu seperti apa proses pembuatan dari beton pracetak atau precast concrete ini. Ternyata ada tiga tahapan yang harus dilalui dalam proses pembuatan beton pracetak. Mulai dari tahap desain, tahap produksi dan juga tahapan pasca produksi. Agar anda bisa mengetahui secara jelas dan pasti, maka berikut ini akan dijelaskan masing-masing tahapan produksi beton pracetak.

Tahapan Design

Proses dalam merencanakan sebuah produk secara umum menjadi kombinasi dari ketajaman dalam  melihat peluang. Kemampuan pemasaran dan kemampuan teknis. Syarat utamanya adalah strukturnya harus memenuhi syarat kekuatan, kekakuan beton dan juga kestabilan pada masa layanannya.

Tahapan Produksi

Selanjutnya dalam tahapan produksi, ada beberapa item pekerjaan yang harus dimonitor. Diantaranya adalah kelengkapan perintah kerja serta gambar produk. Mutu bahan baku, mutu cetakan, kekuatan beton, penempatan serta pemadatan beton. Ukuran produk, posisi pemasangan, perawatan beton, pemindahan, penyimpanan serta transportasi produk dan pencatatan. Semua hal itu harus dimonitor dan diperhatikan dengan baik supaya produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus.

Di dalam tahap produksi ini, ada 8 proses yang harus dilalui. Mulai dari pembuatan rangka tulangan, fabrikasi cetakan dan tulangan, penakaran serta pencampuran beton. Penuangan atau pengecoran beton, transportasi beton segar, pemadatan beton, repairing atau finishing beton dan curing beton.

Di bawah ini akan dijelaskan secara singkat seperti apa langkah-langkah pembuatan precast concrete atau beton pracetak di dalam tahap produksi.

1. Membuat Cetakan

Di dalam proses pembuatan cetakan precast concrete, cetakan berguna untuk membentuk beton dengan spesifikasi yang bisa disesuaikan dengan perencanaan. Bahan baku yang digunakan untuk membuat cetakan beton ini yaitu berasal dari papan kayu. Papan kayu tersebut kemudian dibentuk kotak, lalu ditahan dengan paku secukupnya.

Penentuan ukuran dan juga cetakan benar-benar diperhatikan. Sebab hal ini bisa berpengaruh terhadap hasil jadi dari beton pracetak. Beton yang baik sebaiknya dapat digunakan lagi hingga 50 kali.

2. Membuat Adukan Beton

Pembuatan adukan beton secara prinsip dilakukan dengan cara mencampur bahan pengisi dan juga bahan pengikat menjadi satu. Bahan-bahan yang dimaksud tersebut diantaranya adalah pasir, semen, kerikil dan juga air. Semua bahan tersebut dicampur dengan perbandingan komposisi sesuai kualitas yang diinginkan. Bila ingin mengubah sifat alami beton, anda dapat menambah zat aditif tertentu di dalam adukan tersebut.

3. Menuang Adonan Beton

Adukan beton yang telah dibentuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan. Anda harus memastikan di dalam proses penuangan adukan disebarkan merata dan bisa memenuhi semua bagian cetakan. Penuangan adukan yang mengalami kesalahan bisa mengakibatkan mutu beton menjadi menurun.

Bahkan kekuatan beton juga bisa berkurang drastis jika penampangnya tidak tercetak sempurna. Sebaiknya adukan beton dituang setengahnya terlebih dahulu. Selanjutnya dilakukan pemasangan tulangan baja di bagian tengah cetakan baru diteruskan lagi penuangan adukan hingga penuh.

4. Memasang Tulangan Baja

Pengertian precast concrete dan kegunaannya kebanyakan digunakan dipakai dalam menahan beban bangunan. Bukan hanya plat lantai saja, beton ini juga sering dipakai untuk membentuk struktur balok dan juga kolom bangunan. Oleh sebab itu, beton pracetak harus bisa menahan gaya beban dan juga gaya tarik dengan sangat baik.

Solusi dari masalah ini, anda dapat memasang berapa tulangan baja dalam adukan beton ke dalam cetakan. Dengan demikian, nantinya bisa terbentuk beton bertulang. Pemasangan tulangan juga bisa dilakukan saat kondisi adukan masih dalam keadaan basah.

5. Proses Pengeringan Adukan

Proses pengeringan adukan beton atau curing sebaiknya dikeringkan alami dengan mengangin-anginkannya. Penjemuran adukan beton yang dilakukan di bawah sinar matahari langsung, hal ini bisa mengakibatkan beton mengalami keretakan dan tidak layak pakai. Pada waktu proses pengeringan berlangsung, beton harus disiram menggunakan air secara berkala.

Hal ini bertujuan untuk menghindari beton kering mendadak. Perawatan pada beton dilakukan hingga 7 hari. Sementara beton akan mengering sempurna dan bisa digunakan sesudah usianya 30 hari. Di dalam elemen-elemen beton yang besar, sistem curing diberikan dalam beton dengan cara diselubungi suhu 60 hingga 70 derajat celcius dalam waktu 2 sampai 3 jam.

Tahapan Pasca Produksi

Tahap ke-3 di dalam pembuatan beton pracetak atau precast concrete adalah tahap pasca produksi. Di dalam tahapan ini terdiri dari handling atau tahap penanganan, storage atau penyimpanan, stacking penumpukan. Transport atau pengiriman dan tahapan pemasangan di lapangan atau site erection.

Penanganan yang dilakukan pasca umur beton sudah memenuhi unit beton pracetak akan dipindahkan pada gudang atau storage dan disusun vertikal serta diberi bantalan antar unit pracetaknya.

Sementara untuk transportasi dan juga alat angkut untuk proses pengiriman ke lapangan menggunakan transportasi unit pracetak. Transportasi merupakan pengangkatan elemen pracetak dari pabrik ke bagian lokasi pemasangan. Sistem transportasi akan berpengaruh pada waktu efisiensi konstruksi dan juga biaya transport.

Dalam pengertian precast concrete, pelaksanaan konstruksi dilakukan dengan pemasangan unit pracetak di dalam struktur atau memasang joint cast in site. Mode dan jenis pelaksanaan konstruksi precast bisa dilakukan dengan dirakit per elemen, menggunakan Lift – Slab system, Slip Form System, Push – Up / Jack – Block System dan Box System.

Perbedaan Pengertian Precast Concrete dengan Beton Konvensional

Seperti yang kita ketahui beton adalah material konstruksi yang banyak dipakai di Indonesia.  Ini diasumsikan jika dibandingkan dengan material lain seperti baja dan kayu. Hal ini bisa dimaklumi karena beberapa bahan pembentuknya gampang ditemui dan ada banyak di tersedia di Indonesia. Mudah dibuat, cukup awet dan harganya relatif terjangkau.

Di sisi lain, sistem beton konvensional masih memiliki banyak kekurangan. Misalnya kurang bersih. Proses konvensional juga terbilang memakan waktu cukup lama. Kontrol mutu yang ada di lapangan atau lokasi cor sulit untuk ditingkatkan. Beberapa bahan dasar cetakan dari kayu dan juga teplek semakin lama semakin langka dan harganya mahal.

Akan tetapi, saat ini precast concrete atau beton pracetak telah mengalami perubahan yang cepat di dunia. Termasuk di Indonesia pada dekade terakhir ini. Karena sistem ini mempunyai banyak kelebihan bila dibandingkan sistem konvensional.

Seperti lebih hemat biaya, hemat waktu, mutunya sangat mudah dikontrol jadi dapat diandalkan. Memiliki produktivitas yang tinggi karena bisa dibuat secara massal. Produknya inovatif, ramah lingkungan dan bersih. Sehingga tidak akan mengotori dan mencemari lingkungan.

Khusus pada sektor gedung bertingkat sedang seperti rusun sederhana. Sistem ini telah membuktikan dapat mensupport pembangunan rumah susun dan juga rumah sederhana. Prosesnya cepat, bermutu dan ekonomis.

Kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah, penemu, instansi riset, peneliti dan industri dalam sektor ini telah menggunakan berbagai macam sistem bangunan baru. Hasil karya anak bangsa yang telah dipatenkan dan diaplikasikan secara aktif. Meskipun perbandingan dan beton cor konvensional tampak begitu jauh, tetapi keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Pengertian Precast Concrete dan Beton Konvensional

Mulai dari pengertian, keduanya saja sudah terlihat perbedaannya. Metode precast merupakan beton yang dibuat menggunakan metode percetakan komponen secara mekanisasi di dalam workshop atau pabrik. Kemudian beton tersebut dipasang atau diinstal kelapangan sesudah cukup umur.

Sementara untuk beton konvensional, ini merupakan beton yang dicor di tempat menggunakan cetakan atau acuan yang telah dipasang di lokasi. Dengan elemen struktur pada bangunan atau gedung infrastruktur tersebut.

Proses Pembuatannya

Seperti yang sudah diberitahukan tadi bahwa proses pracetak terdiri dari tahapan berupa molding atau membuat cetakan. Penulangan besi beton, pengecoran, pemadatan, perawatan beton dan pengangkatan beton ke lokasi pemasangan.

Sedangkan untuk proses beton konvensional terdiri dari reinforcing atau pembersihan. Pekerjaan bekisting cetakan beton, proses pengecoran dan pengangkatan atau pembongkaran formwork.

Proses Pemasangannya

Ketika ingin memasang beton precast, proses sesudah melepas cetakan dan dipindahkan serta mobilisasi ke lapangan harus dilakukan dengan hati-hati. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya retak atau kerusakan pada beton.

Sementara untuk beton konvensional tidak ada proses handling atau pemindahan. Sebab beton telah terinstal di tempat yang seharusnya. Namun keduanya memerlukan bantuan berupa alat berat yang kompatibel dengan medan dan juga jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

Perbedaan dari Kecepatan Proyek

Bila dilihat dari sisi kepraktisan dan juga kecepatan waktu dalam menyelesaikan proyek, maka sistem kontrol bisa menjawab kebutuhan tersebut di masa milenium ini. Intinya sistem ini bisa melakukan pengecoran komponen pada tempat tertentu di permukaan tanah atau pabrikasi.

Kemudian dibawa ke lokasi atau ditransportasikan agar bisa disusun menjadi sebuah kesatuan struktur yang utuh. Kelebihan sistem ini memiliki kualitas mutu yang terjamin. Pembangunannya cepat, produksinya cepat dan massal, ramah lingkungan dan rapi dengan mutu produk yang baik.

Bila dilihat dari metode konvensional, maka perbandingan waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyek lebih lama. Selain itu, tenaga kerjanya yang dibutuhkan juga relatif banyak. Hal ini dikarenakan anda harus menunggu bagian per bagian cor beton yang dikerjakan di proyek tersebut.

Kesimpulannya, ada banyak kelebihan yang dimiliki oleh beton precast atau precast concrete dibandingkan dengan beton konvensional. Beton pracetak atau precast concrete menggunakan bahan dasar terbaik dalam proses produksinya. Lebih efisien dari segi waktu dan biaya. Kekuatannya lebih tahan lama, pemeliharaannya lebih mudah, lebih ekologis serta ramah lingkungan.

Setelah anda mengetahui seperti apa pengertian precast concrete, manfaat, jenis dan juga keunggulannya. Kini saatnya anda beton pracetak atau precast concrete untuk kebutuhan konstruksi bangunan anda. Dengan demikian, maka proses pembangunan bisa lebih cepat dan anda juga lebih efisien dalam pengeluaran serta waktu pengerjaan. Dengan semua kelebihan dan juga berbagai macam jenis yang dimiliki precast concrete, tidak heran bila banyak orang yang memerlukan beton pracetak dalam memenuhi kebutuhan bangunan mereka.



Leave a Reply

Need Help? Chat with us